Jadi Buruan Pemudik, Sejarah Lumpia Semarang Ternyata Berawal dari Dua Sejoli Beda Negara

Pada momen mudik lebaran tahun 2024. Salah satu kudapan khas Kota Semarang yakni lumpia mulai diburu para pemudik ketika singgah di ibu kota Jawa Tengah

Budi Arista Romadhoni
Senin, 08 April 2024 | 18:02 WIB
Jadi Buruan Pemudik, Sejarah Lumpia Semarang Ternyata Berawal dari Dua Sejoli Beda Negara
Pemandangan kios penjual 'Lumpia Gang Lombok' di Kelurahan Purwodinatan, Kota Semarang. Senin (8/4/24) [Suara.com/Ikhsan]

SuaraJawaTengah.id - Pada momen mudik lebaran tahun 2024. Salah satu kudapan khas Kota Semarang yakni lumpia mulai diburu para pemudik ketika singgah di ibu kota Jawa Tengah.

Setiap momen mudik dan lebaran seperti membawa berkah bagi penjual lumpia. Pemilik toko Lumpia Gang Lombok Nomor 11, Vincen Setiawan Usodo mengakui penjualan lumpia di momen idulfitri laris manis.

Bahkan manisnya penjualan lumpia ketika lebaran tak tertandingi jika dibandingkan dengan perayaan hari besar lainnya seperti tahun baru dan imlek.

Untuk memenuhi permintaan konsumen, Lumpia Gang Lombok setiap harinya sampai menyediakan 1.000 biji lumpia.

Baca Juga:Demi Sang Buah Hati, Pemudik dari Tangerang Ajak Kucing Kesayangan Mudik ke Semarang

"Kami hanya menjual lumpia original basah dan goreng. Karena kami ingin menjaga warisan dari orang tua terdahulu," ucap Vincet pada Suara.com, Senin (8/4/24).

Karena telah jadi ikon kuliner Kota Semarang. Lumpia memang sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk sanak keluarga di kampung.

Jangan khawatir usia produk ini juga bisa tahan lama. Asalkan setelah tiba di rumah langsung dimasukkan ke lemari pendingin.

"Untuk perjalanan jauh direkomendasikan beli lumpia goreng bisa tahan 24 jam. Misal langsung dimasukkan ke kulkas bisa tahan seminggu," bebernya.

Sejauh ini penjualan Lumpia Gang Lombok nggak hanya mengandalkan pembeli offline. Mereka juga acap kali mengirim lumpia ke luar kota dengan memanfaatkan pasar online.

Baca Juga:Sambut Pemudik, Ini Cara Manfaatkan Pelayanan 24 Jam di Kota Semarang

Hebatnya lagi Lumpia Gang Lombok tembus ke gerai supermarket Grandlucky dan NiCo. Setidaknya dalam sebulan, Vincen bisa memasok kudapan tersebut sebanyak dua kali.

Kilas Balik Sejarah Lumpia

Vincen merupakan generasi kelima yang mengelola usaha Lumpia Gang Lombok. Lumpia sendiri berasal dari dua kata 'lum' yang berarti gulung dan 'pia' yang berarti roti. 

Bisa dibilang Lumpia Gang Lombok ini merupakan pelopor menjamurnya penjual-penjual lumpia hingga jadi ikon kuliner di Kota Semarang.

Berdasarkan cerita dari turun-temurun, lumpia sudah ada sejak abad ke-19. Peraciknya adalah dua sejoli beda negara asal China dan Indonesia yakni Tjoa Thay Yoe dan Warsih.

Semula Tjoa Thay Yoe yang lahir di Fujian memilih peruntungan ke tanah air dengan jualan makanan khas Tionghoa berisi daging babi dan rebung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak