Ayah Perkosa Anak Kembali Terjadi, Mengapa Siklus Kejahatan Seksual di Rumah Sulit Terputus?

Kasus dugaan ayah memperkosa anak kandung terbaru, terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 Juli 2024 | 08:21 WIB
Ayah Perkosa Anak Kembali Terjadi, Mengapa Siklus Kejahatan Seksual di Rumah Sulit Terputus?
ilustrasi kekerasan seksual. [ema rohimah / suarajogja.id]

Minim sistem pendukung

Korban mengalami penderitaan dua kali saat lingkungan keluarganya justru membela pelaku. Lingkungan keluarga justru mendorong korban untuk "tidak memberitahu siapa-siapa“. Hal ini yang Zumah temui dalam sejumlah kasus yaitu "menyalahkan korban“.

"Ya kamu, kalau ada bapak itu ya pakai celana atau pakai baju yang sopan, atau kalau tidur, ya begitulah, dan alasan-alasan lain,“ katanya.

Ancaman

Baca Juga:Ada 4 Raperda Baru DPRD Jateng, Pemprov: Kami Siap Bekerja Sama

Ancaman dari orang yang memiliki kuasa lebih besar akan membuat korban semakin takut membuka suara. "Jadi edukasi kepada anak itu juga penting,” kata Zumah.

“Jadi kalau ada kasus kekerasan seksual, atau ada orang, bahkan termasuk bapakmu atau orang lain, yang melakukan paksaan hubungan seksual, atau menyentuh badanmu yang tanpa izinmu, tolong kasih tahu ke anak. Edukasi-edukasi ini sangat penting,“ tambahnya.

Doktrin orang tua

"Kamu mau jadi anak durhaka yang melaporkan bapakmu ke polisi,” kata Zumah. Itu juga hal yang pernah ia dengar saat menangani kasus semacam ini.

"Didoktrin dari kecil untuk menghormati orang tua, untuk patuh. Jadi ketika dia melakukan hal yang tidak benar, kita juga tidak enak untuk melawan atau memberitahukan pada orang, walaupun itu sudah sangat fatal sekali,” kata Zumah.

Baca Juga:Dari Eksekusi Mati hingga Bansos, Jaksa Eko Suwarni Siap Berebut Kursi Gubernur Jateng

‘Maksimalkan hukuman bagi pelaku’
Dalam sejumlah kasus kekerasan seksual yang dilakukan ayah terhadap anak kandungnya berakhir dihentikan aparat penegak hukum, atau divonis bebas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini