Duh! Tembakau Temanggung Tak Laku di Tengah Panen Raya

Terjadi kekhawatirannya terkait penyerapan tembakau hasil panen raya tahun 2024, meskipun kualitas tembakau Temanggung tahun ini dinilai sangat baik

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 10 September 2024 | 09:17 WIB
Duh! Tembakau Temanggung Tak Laku di Tengah Panen Raya
Aktivitas salah satu gudang tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

SuaraJawaTengah.id - Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto, menyampaikan kekhawatirannya terkait penyerapan tembakau hasil panen raya tahun 2024, meskipun kualitas tembakau Temanggung tahun ini dinilai sangat baik.

Apalagi cuaca panas yang ideal dan bibit unggul tembakau Kemloko mendukung produksi tembakau berkualitas tinggi, tetapi faktanya, sebagian besar tembakau petani masih belum terserap oleh pasar.

"Panen tembakau tahun ini menunjukkan kualitas luar biasa, namun sangat memprihatinkan karena masih banyak tembakau yang belum dibeli oleh pabrik," ungkap Yunianto dikutip dari ANTARA pada Selasa (10/9/2024).

Sementara beberapa pabrik rokok sudah mulai melakukan pembelian, sejumlah pabrikan besar, termasuk PT Gudang Garam, hingga kini belum berpartisipasi penuh dalam penyerapan tembakau.

Baca Juga:Jangan Panik! PT Pupuk Indonesia Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi untuk Petani Tembakau di Temanggung

Hal ini menyebabkan banyak petani terpaksa menahan hasil panen mereka, berharap harga tetap stabil atau bahkan meningkat.

"Kami sudah berkirim surat kepada PT Gudang Garam agar segera melakukan pembelian tembakau dari petani. Tembakau yang tidak terserap ini tentu sangat merugikan petani, terlebih ketika kualitas tahun ini sangat baik," tambahnya.

Dalam upayanya mendukung petani, Yunianto juga mengimbau agar mereka tetap menjaga kualitas tembakau asli Temanggung tanpa mencampur dengan tembakau dari luar daerah, demi menjaga reputasi dan harga di pasar.

Namun, tanpa adanya pembeli besar yang menyerap hasil panen, ancaman kerugian bagi petani semakin nyata.

Harga tembakau yang berkualitas C berkisar antara Rp65.000 hingga Rp75.000 per kilogram, sementara kualitas D mencapai Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Namun, jika tembakau tak segera terserap, harga tersebut berpotensi turun, merugikan para petani yang bergantung pada penjualan hasil panen mereka.

Baca Juga:Perokok Dewasa Perlu Dikenalkan Tembakau Alternatif, Ini Alasannya

Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran industri rokok dan pabrikan besar dalam menjaga kestabilan ekonomi petani, khususnya di wilayah Temanggung, yang dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak