Petani Demak Kalahkan Kanker Payudara Berkat JKN: Dari Vonis Stadium Dua hingga Sembuh Total

Petani Demak, Musodah, berjuang lawan kanker payudara stadium dua berkat JKN. Program ini tanggung biaya operasi & kemoterapi, beri harapan baru bagi keluarga sederhana

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 21 Januari 2025 | 14:57 WIB
Petani Demak Kalahkan Kanker Payudara Berkat JKN: Dari Vonis Stadium Dua hingga Sembuh Total
Musodah (47), warga Dusun Njali, Bonang, Demak menunjukan kartu JKN. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Di tengah keterbatasan sebagai petani, Musodah (47), warga Dusun Njali, Bonang, Demak, berhasil melewati perjuangan melawan kanker payudara dengan bantuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program ini tidak hanya meringankan biaya pengobatan tetapi juga menjadi harapan baru bagi keluarga yang bergantung pada kehidupan sederhana.

Musodah tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah drastis setelah mengetahui benjolan di payudaranya sudah memasuki stadium dua. Berkat keanggotaannya dalam Program JKN, yang iurannya ditanggung pemerintah, ia mendapatkan akses penuh untuk pemeriksaan, operasi, hingga kemoterapi tanpa tambahan biaya.

"Saya hanya bisa pasrah saat dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Alhamdulillah semua biaya ditanggung JKN, termasuk obat-obatan," kenangnya pada Selasa (21/1/2025).

Awalnya, Musodah menjalani biopsi di RSUD Sunan Kalijaga Demak sebelum menjalani operasi besar. Setelah operasi, ia melanjutkan enam kali kemoterapi di Kota Semarang. Perjalanan bolak-balik dari Demak ke Semarang, meski melelahkan, menjadi bagian dari perjuangan besar untuk sembuh.

Baca Juga:Kisah Kampung Mati di Demak, Ibarat Surga yang Ditinggalkan Penghuninya

"Saya bersyukur tidak harus kemoterapi puluhan kali seperti pasien lain. Dengan enam kali saja, dokter sudah menyatakan saya bersih dari kanker," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Musodah juga mengapresiasi pelayanan yang diterimanya sebagai peserta JKN. Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien JKN dan pasien umum. Petugas medis pun selalu sabar menjelaskan setiap prosedur yang harus ia jalani.

"Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu bagaimana nasib saya. Kami hanya bisa pasrah, apalagi biaya kemoterapi bisa mencapai belasan juta rupiah," katanya.

Musodah dan suaminya berharap Program JKN terus hadir membantu masyarakat kecil seperti mereka. "Kami percaya JKN akan terus ada untuk melindungi kami yang tidak punya apa-apa," tutupnya penuh harap.

Kisah Musodah menjadi bukti nyata bagaimana akses kesehatan melalui JKN dapat memberikan harapan dan kesempatan kedua bagi mereka yang menghadapi cobaan berat.

Baca Juga:Duh! Mantan Kades Bedono Jadi Tersangka Penipuan Lahan Tol Semarang-Demak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak