- BMKG memprakirakan Kota Semarang pada Selasa (2/12/2025) akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
- Kondisi cuaca ini dipicu oleh daerah konvergensi atau pertemuan angin skala luas yang mempengaruhi banyak wilayah Indonesia.
- Indonesia, termasuk Jawa, memasuki puncak musim hujan; BMKG mewaspadai potensi bibit siklon hingga April 2026.
SuaraJawaTengah.id - Warga Kota Semarang dan sekitarnya diimbau untuk waspada dan bersiap menghadapi potensi hujan yang akan mengguyur pada hari ini, Selasa (2/12/2025).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ibu kota Jawa Tengah ini akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Prakiraan ini sejalan dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG secara nasional. Hujan di Semarang merupakan bagian dari fenomena cuaca skala luas yang mempengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia.
Menurut prakirawan BMKG, Lintang, kondisi ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin.
Baca Juga:Waspada! Semarang Dihantam Cuaca Ekstrem: Hujan Petir, Panas Maksimum, hingga Banjir Rob Mengancam
Dikutip dari laman resmi BMKG, Lintang menerangkan, "secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan selatan Pulau Rote hingga Laut Flores dan dari Laut Banda hingga Laut Arafuru, dari perairan utara Aceh hingga Sumatera Utara, Semenanjung Malaysia hingga Kepulauan Riau, perairan barat Lampung hingga Jambi, Samudra Hindia Selatan Yogyakarta hingga Laut Jawa, Laut Natuna hingga Kalimantan Utara, Laut Sawu hingga Sulawesi Tenggara."
Kondisi tersebut, menurut BMKG, mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati. Untuk Semarang sendiri, cuaca diperkirakan akan dimulai dengan kondisi berawan pada pagi hari, dengan suhu berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius. Hujan lokal atau ringan berpotensi turun pada sore hari.
Meskipun prakiraan untuk Semarang hari ini adalah hujan ringan, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Peringatan ini menjadi lebih signifikan mengingat pernyataan dari Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, yang menegaskan bahwa Indonesia, khususnya Pulau Jawa, telah memasuki periode puncak musim hujan.
Pada Senin (1/12) di Jakarta, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan, "dua bulan ke depan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) , sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi."
Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya potensi ancaman lain yang patut diwaspadai. "Ia juga menyebut adanya potensi bibit siklon atau siklon tropis di perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, serta selatan Papua."
Baca Juga:Kepesertaan JKN Kota Semarang Capai 99,88 Persen, Lampaui Target RPJMN
Periode November 2025 hingga April 2026 diidentifikasi sebagai fase kritis. "Periode November 2025-April 2026 merupakan fase pertumbuhan bibit atau siklon tropis di selatan Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang," tambah Fathani.
Oleh karena itu, hujan yang turun di Semarang hari ini bisa menjadi penanda awal dari serangkaian kondisi cuaca yang lebih intens. Wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang, masuk dalam area yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air atau bahkan banjir, terutama di area-area yang selama ini menjadi langganan. Warga diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari kanal resmi BMKG dan mempersiapkan langkah antisipasi.