- Realisasi investasi Jawa Tengah tahun 2025 mencapai Rp88,50 triliun, meningkat 28,88 persen dari tahun sebelumnya.
- Ledakan investasi tersebut menciptakan 418.138 lapangan kerja baru, menempatkan provinsi ini posisi ketiga se-Jawa.
- Kinerja ekonomi didukung inflasi terkendali di bawah 3% dan tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,6 persen.
Zulkifli menegaskan bahwa semua data ini bukan isapan jempol, melainkan bersumber dari laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
"Ini data resmi dari BPS, bukan sekadar asumsi," katanya.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ditopang oleh berbagai sektor vital seperti pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi, yang semuanya menunjukkan peningkatan aktivitas.
Tak hanya itu, tingkat kemandirian fiskal Jawa Tengah juga tercatat mencapai sekitar 63,01 persen, lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain di Pulau Jawa.
Baca Juga:Kepala Daerah di Jateng Wajib Siaga, Dilarang Tinggalkan Wilayah Selama Lebaran!
"Kita memang masih di bawah DKI Jakarta, tetapi tingkat kemandirian fiskal Jawa Tengah sudah cukup kuat," jelas Zulkifli.
Capaian luar biasa ini, menurut Zulkifli, adalah buah dari berbagai program pembangunan daerah yang inovatif dan berorientasi pada kesejahteraan, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa penilaian kinerja pemerintah daerah harus berdasarkan indikator terukur, bukan sekadar opini.
"Ada alat ukur untuk menilai kinerja pemerintah daerah. Jadi tidak bisa hanya berdasarkan opini," pungkasnya.
Baca Juga:Promo Superindo Weekday 1012 Maret 2026: 9 Promo Menarik untuk Belanja Hemat di Awal Pekan