- Soto Kuali Mbah Sumarsono di Wonosobo telah beroperasi sejak tahun 1965 melalui perjalanan usaha yang panjang.
- Margono meneruskan usaha kuliner keluarga ini dengan mempertahankan resep tradisional menggunakan delapan belas jenis rempah alami.
- Warung yang berlokasi di Jalan Watumalang ini menarik banyak pelanggan dengan penyajian soto berkuah khas kuali.
Proses memasaknya pun tidak instan. Bumbu dimasak bersama daging hingga menghasilkan aroma harum yang kuat dan khas.
4. Dimasak dengan Teknik Khas Menggunakan Kuali Tanah Liat
Ciri khas utama dari soto ini adalah penggunaan kuali tanah liat sebagai wadah memasak. Setelah dimasak di kompor, kuah soto dipindahkan ke dalam kuali yang dipanaskan menggunakan arang.
Teknik ini dipercaya mampu menjaga kestabilan panas sekaligus memperkuat cita rasa rempah.
Baca Juga:10 Kuliner Legendaris Pemalang yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini
Meski saat ini kuali tanah liat sedang dalam proses penggantian karena rusak, Margono memastikan rasa soto tetap terjaga meski sementara menggunakan panci biasa.
Aroma kuah yang keluar saat tutup panci dibuka tetap menjadi daya tarik utama yang langsung menyambut pengunjung.
5. Disajikan dengan Lontong dan Cita Rasa yang Kuat
Berbeda dari soto pada umumnya, soto kuali ini disajikan dengan lontong sebagai sumber karbohidrat, bukan nasi.
Lontong dipotong kecil-kecil, lalu disajikan bersama potongan daging sapi berbentuk dadu dan tauge segar. Kuah kuning keemasan yang panas kemudian disiramkan, menghasilkan tampilan yang menggugah selera.
Baca Juga:Ini Dia Sejarah Makanan Pepes yang Berusia Lebih dari 200 Tahun
Sebagai pelengkap, ditambahkan bawang goreng dan irisan daun bawang.
Rasanya dikenal gurih dengan dominasi rempah yang seimbang. Dagingnya empuk, sementara tauge memberikan sensasi segar.
Pembeli juga bisa menambahkan sambal atau kecap sesuai selera.
Tetap Ramai Pembeli dari Berbagai Daerah
Warung ini tidak hanya dikenal oleh warga lokal Wonosobo. Banyak pelanggan datang dari luar daerah seperti Temanggung, Magelang, Yogyakarta, Purwokerto, hingga Banjarnegara.
“Seluruh Wonosobo sepertinya semuanya tahu soto kuali ini,” kata Margono.