- Ketua TPPD Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, mengimbau generasi muda agar tidak mudah terkecoh informasi sepihak di media sosial.
- Kritik terhadap kinerja pemerintah daerah harus didasarkan pada data resmi dan analisis objektif, bukan sekadar isu viral.
- Pemprov Jawa Tengah mencatat keberhasilan nyata dalam pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, serta perbaikan infrastruktur jalan yang memadai.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah cepatnya saluran informasi yang begitu bebas di era digital, anak muda diharapkan tidak terkecoh konten yang tersebar bebas di media sosial (medsos).
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terkecoh arus informasi di media sosial ketika menilai kinerja pemerintah, termasuk pemerintah provinsi (Pemprov) Jateng.
Menurut Zulkifli, ruang digital sering dipenuhi potongan video, cuplikan pernyataan, atau narasi sepihak yang tidak selalu menggambarkan kondisi secara utuh. Karena itu, ia menegaskan kritik terhadap kebijakan publik harus dibangun di atas data resmi, analisis komprehensif, dan verifikasi fakta.
“Ketika mengeluarkan satu pandangan, harus berbasis data dan berbasis analisa. Tidak bisa sporadis hanya mengambil cuplikan satu (medsos) saja,” ujar Zulkifli saat diskusi publik bertema 'Syawalan Hukum dan Ekonomi : Ramah Investasi, Tanpa Korupsi' di Pendopo Lodji Gandrung, Solo, Senin (13/4/2026).
Baca Juga:Viral Nenek Selamat di Zebra Cross Temanggung: 5 Fakta Insiden Rem Mendadak yang Picu Tabrakan
Ia menilai kebiasaan menyimpulkan persoalan hanya dari konten viral berisiko menyesatkan opini publik dan menutup diskusi substantif mengenai capaian maupun persoalan nyata di daerah.
Dalam paparannya, Zulkifli menyinggung munculnya narasi di media sosial yang menyebut Jawa Tengah seolah tidak memiliki kepemimpinan yang bekerja. Ia menilai persepsi seperti itu perlu diuji melalui indikator objektif, bukan sekadar pengulangan opini di internet.
Menurut dia, ukuran kinerja pemerintah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi, realisasi investasi, pembangunan infrastruktur, hingga kualitas layanan publik.
“Kalau sekarang di sosmed itu Jateng raono gubernurnya, kira-kira bisa enggak pertumbuhan ekonomi bisa naik?” katanya.
Ia menyebut data resmi menunjukkan adanya perbaikan posisi Jawa Tengah dalam pertumbuhan ekonomi dan capaian makro lainnya dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Unik! Pedagang Es Teller di Pekalongan Pakai Daun Pisang Imbas Harga Plastik Naik, Ini 5 Faktanya
Zulkifli mengatakan diskusi di media sosial sering lebih ramai membahas isu sensasional dibanding perkembangan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Padahal, menurut dia, realisasi investasi, pembukaan lapangan kerja, dan pengendalian inflasi merupakan indikator penting yang menentukan daya beli warga serta peluang usaha di daerah.
Ia mengeklaim Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan capaian investasi terbaik di Pulau Jawa. Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim ekonomi dan kebijakan daerah.
“Jawa Tengah itu dibandingkan dengan provinsi yang ada di Pulau Jawa itu terbaik pembawaan investasinya,” ujarnya.
Selain soal data, Zulkifli mengingatkan kritik publik juga harus memahami pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Ia mencontohkan keluhan mengenai jalan rusak sering diarahkan kepada pemerintah provinsi, padahal tidak semua ruas jalan berada di bawah kewenangan provinsi.