SuaraJawaTengah.id - Bagi beberapa orang, merasakan bangku kuliah menjadi hal yang amat diimpikan selepas masa SMA. Namun, biaya kuliah yang tidak sedikit niat untuk terus menempuh pendidikan tinggi menjadi surut.
Namun hal itu tak berlaku bagi Indri Suwarti (22). Bermodal tekad kuat, ia berhasil lulus sebagai mahasiswi bahkan menjadi lulusan terbaik Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah dengan meraih IPK nyaris sempurna yakni 3,94.
Ia berhasil lulus dengan predikat cumlaude dan menjadi wisudawati terbaik dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unsoed Purwokerto pada Selasa (10/12/2019).
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa lulus dengan kondisi keluarga yang bisa dibilang kurang mampu ini," kata gadis kelahiran 15 Juli 1997 di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas itu.
Meski berasal dari keluarga kurang mampu, tekad Indri untuk terus menempuh pendidikan mendapat dukungan penuh dari gurunya saat masih di SMK Negeri 3 Purwokerto.
Ia kemudian diterima sebagai mahasiswi di Unsoed melalui jalur SBMPTN dan mendapat beasiswa bidikmisi selama kuliah.
"Alasan saya dahulu masuk SMK, saya pikir setelah itu bisa langsung bekerja. Saya tidak pernah terpikirkan bisa masuk kuliah karena keterbatasan biaya. Jujur saya ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi bingung dan tidak mau membebani orang tua saya," terangnya.
Ia pun bercerita selama masa-masa ia kuliah. Meski mendapat beasiswa, tak lantas membuat Indri berleha-leha. Ia mengaku bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena tidak mungkin mengandalkan orang tuanya yang hanya bekerja sebagai kuli angkut pasir di desanya.
Indri mengaku bekerja paruh waktu di sebuah hotel dengan berbekal ilmu yang didapat sewaktu mengenyam pendidikan di SMK Negeri 3 Purwokerto.
Baca Juga: Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud
"Saya bekerja di hotel saat akhir minggu atau hari libur. Awal masuk kerja bayaran saya Rp 40.000 per hari. Tapi akhir-akhir ini sudah naik jadi Rp 75.000. Itu kadang juga sampai malam," katanya.
Usaha tersebut dilakukan karena melihat kondisi ayahnya, Natun yang berprofesi sebagai kuli angkut pasir. Terlebih ia memiliki adik yang masih duduk di kelas 3 SMP.
Sementara sang ibu, Toinah hanya seorang ibu rumah tangga yang kini menderita penyakit epilepsi. Jatah dari orang tuanya hanya Rp 10 ribu per hari. Itupun habis untuk uang bensin.
"Terkadang kalau uang bidikmisi belum cair dan saya memerlukan uang untuk kebutuhan kuliah, ayah saya sampai menjual ayam peliharaannya. Saya sadar bahwa berasal dari keluarga tidak punya. Keluarga saya sering dihina oleh tetangga dan dibilang saya melanjutkan kuliah karena mengemis minta bantuan. Karena itulah saya menjadi bersemangat dan berusaha membuktikan kalau saya bisa berprestasi," katanya.
Indri mengaku kerap mengalami bullying atau cibiran dari teman sekelasnya karena tidak mau memberikan contekan saat ujian sehingga ia sering disindir oleh temannya. Namun kejujuran lah yang menjadi prinsip hidupnya, hingga mengantarnya menjadi mahasiswi lulusan terbaik Unsoed tahun ini.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Anak Pemutilasi PNS Tulis Surat: Om Jaksa Jangan Hukum Berat Ayah Kami
-
Bacakan Surat, Deni Priyanto Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban Mutilasi
-
Temukan Fakta Berbeda, Kuasa Hukum Pelaku Mutilasi Minta Keringanan Hukuman
-
Liburan Akhir Tahun, Yuk Kunjungi 4 Rekomendasi Wisata di Purwokerto Ini
-
Terganggu Pencemaran Udara, Warga Tuntut Pabrik Pengolahan Aspal Ditutup
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa
-
Kendal Tornado FC Hadapi PSS Sleman, Stefan Keeltjes Uji Mental Bertanding Pemain
-
Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Pejabat Mengaku Patungan THR Forkopimda dari Uang Pribadi
-
Misteri Kematian Bos Konter HP Ambarawa, Ditemukan Luka di Kepala, Pelat Nomor Berlumur Darah
-
Hanya Bayar Enam Kali Angsuran, Debitur Bank Pollux Ini Divonis 2 Tahun Penjara