Ini Cara Petani Kentang Dieng Siasati Embun Upas yang Mematikan Tanaman

Gelongggong ditanam di antara tanaman-tanaman kentang. Tujuannya, supaya embun es tertahan di tanaman gelonggong itu.

Chandra Iswinarno
Selasa, 25 Juni 2019 | 16:23 WIB
Ini Cara Petani Kentang Dieng Siasati Embun Upas yang Mematikan Tanaman
Ilustrasi perkebunan kentang di kawasan Telaga Merdada, Dieng. [Suara.com/Chandra]

SuaraJawaTengah.id - Menghadapi ganasnya embun upas atau frost yang menyerang tanaman kentangnya, petani kentang di sekitaran Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah meyiasatinya dengan menutup tanaman yang usianya masih muda agar tidak membeku.

Setelah menutup dengan kantong, para petani memasang penghalang antara satu dengan lainnya dan memanfaatkan tanaman gelonggong.

“Upaya yang dilakukan dengan menutupi tanaman dengan kantong. Kemudian ditanami dengan tanaman gelonggong,” kata Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono, Selasa (25/6/2019).

Menurut dia, gelongggong ditanam di antara tanaman-tanaman kentang. Tujuannya, supaya embun es tertahan di tanaman gelonggong itu.

Baca Juga:Petani Kentang Dieng Waspadai Embun Upas yang Sebabkan Tanaman Mati

Keberadaan tanaman tersebut tergolong banyak, sehingga petani setempat bisa dengan mudah memanfaatkannya. Hanya, cara tersebut tidak selalu mendapat hasil maksimal. Apalagi ketika kemunculan embus upas cukup tebal.

“Hanya ya, itu, kadang tetap tidak optimal, apalagi ketika embun bekunya tebal,” kata dia.

Disinggung mengenai penyiraman air pada embun upas, Slamet mengakui bisa menjadi alternatif. Hanya, cara itu menjadi tidak memungkinkan, terutama mempertimbangkan waktunya.

“Penyiraman embun upas dengan air juga bisa menjadi cara lain dalam mencegah tanaman supaya tidak layu. Cuman kan kurang memungkinkan, masa nyiram air jam 03.00 pagi (waktu yang sering muncul embun upas),” ujar Slamet.

Diberitakan sebelumnya, fenomena embun upas di wilayah tersebut sudah terjadi beberapa kali di musim kemarau ini. Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan Obyek Wisata Banjarnegara Aryadi Darwanto mencatat fenomena itu, sedikitnya sudah terjadi delapan kali dalam bulan Juni 2019 ini.

Baca Juga:Terjawab! Ini Penyebab Suhu Membeku di Dataran Tinggi Dieng

Fenomena yang sama juga pernah terjadi dalam Mei lalu. Suhu ekstrem di Dieng terjadi pada Senin (24/6/2019) pagi, kisaran pukul 05.00 WIB.

Pihak UPT melakukan pengukuran suhu udara menyebut suhu di dataran tinggi berketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut tersebut mencapai titik terendah, minus sembilan derajat celsius. Fenomena yang sama juga muncul pada Selasa pagi (25/6/2019).

Kontributor : Teguh Lumbiria

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak