"Dagangan saya rata-rata selalu habis, bahkan tak jarang dalam waktu dua jam sudah ludes,"ujarnya.
Di Pasar Jaten, seluruh makanan yang dijual memang dilarang dijual dengan harga diatas Rp10 ribu. Hal itu penting agar pengunjung juga bisa menikmati makanan yang lain di Pasar Jaten.
"Semua makanan, dibawah Rp10 ribu, jadi ramah di kantong," imbuhnya.
Salah satu pengunung asal Demak, Ida mengaku senang dengan Pasar Jaten. Nuansa judulnya membuat ia betah berlama-lama di tempat tersebut. Sengaja ia meluangkan waktu untuk ke Pasar Jaten setelah Ida melihat media sosial Pasar Jaten.
Baca Juga:Resep Lawar Ayam Khas Bali, Tetap Nikmat Tanpa Bahan Tambahan Ini
"Awalnya saya lihat di media sosial. Setelah lihat kok bagus. Akhirnya saya memutuskan ke Pasar Jaten," katanya.
Meski betah berlama-lama di Pasar Jaten, ia mengaku takut karena pengunjung di Pasar Jaten sangat ramai. Bahkan beberapa juga ada yang tidak memakai masker. Ida takut jika ada penularan Covid-19 di Pasar Jaten.
"Sebenarnya suka, tapi takut karena pengunjungnya banyak sekali," keluhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga:Pemkot Semarang Bantah Data Pemerintah Pusat Soal Data Kasus Aktif Covid-19