alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belum 100 Persen Surut, 18.186 Keluarga Masih Terdampak Banjir di Semarang

Budi Arista Romadhoni Kamis, 25 Februari 2021 | 13:26 WIB

Belum 100 Persen Surut, 18.186 Keluarga Masih Terdampak Banjir di Semarang
Seorang ibu tengah mengendong bayinya berjalan dalam genangan air di wilayah Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Kamis (25/2/2021). [Semarangpos.com/BPBD Kota Semarang]

Banjir di Kota Semarang masih belum surut, hingga saat ini ribuan masyarkat masih terendam

SuaraJawaTengah.id - Banjir di Kota Semarang belum 100 persen surut. Masih terjadi genangan di beberapa wilayah kota tersebut. 

Dilansir dari Semarangpos.com, masih terdapat sekitar 18.186 keluarga di 12 kelurahan di Kota Semarang masih terdampak banjir yang melanda Kota Semarang, Kamis (25/2/2021) pagi. 

Banjir di Kota Semarang itu disebabkan curah hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Semarang pada Rabu (24/2/2021) sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, total ada 12 kelurahan di 5 kecamatan yang masih dilanda banjir. Kelima kecamatan itu yakni Semarang Utara, Semarang Timur, Genuk, Semarang Barat, dan Pedurungan.

Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat Kota Semarang Banjir lagi, Puluhan Kendaraan Mogok

Dari lima kecamatan itu, banjir paling parah terjadi di wilayah Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara.

“Total ada 2.870 rumah di 14 RW yang masih terendam hingga Kamis pagi. Perincian korban terdampak 11.028 jiwa dan 3.250 KK. Ketinggian air saat ini sekitar 50-100 cm di RW 1, 2, 3, dan 4. Sedang wilayah lain sekitar 20-50 cm,” tulis Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, melalui aplikasi Whatsapp (WA), Kamis (25/2/2021). 

Di Kecamatan Semarang Timur ada sekitar tujuh kelurahan yang masih tergenang air. Selain Kelurahan Panggung Lor, banjir juga melanda Kelurahan Tanjungmas, Panggung Kidul, Purwosari, Bandaharjo, Dadapsari, dan Kuningan.

Tidak Mengungsi

Kendati demikian, warga di wilayah itu tidak ada yang mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Warga juga tidak mendirikan dapur umum untuk korban terdampak banjir.

Baca Juga: Sadar Bencana, Siapkan Tas Siaga Bencana Sedini Mungkin

Sementara itu, di Kecamatan Semarang Timur, banjir paling parah terjadi di Kelurahan Kemijen. Ada sekitar 709 keluarga atau 2.377 jiwa yang terdampak banjir dengan ketinggian 20-65 cm.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait