Kantor Wali Kota Semarang Akan Pindah ke Gunungpati, Semarang Tenggelam

Itulah yang digambarkan seniman lukis asal Kota Semarang, Andreas (70).

Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 11 September 2021 | 14:14 WIB
Kantor Wali Kota Semarang Akan Pindah ke Gunungpati, Semarang Tenggelam
Andreas ketika menjelaskan makna dari lukisannya. [Suara.com/Dafi Yusuf]

"Saya punya inisiatif menggambarkan situasi Kota Semarang pada 2006, sebelum ada isu Semarang tenggelam," ujarnya.

Dalam lukisannya, tak hanya Kota Semarang yang bakal tenggelam. Daerah seperti Sayung (Demak), Baru, Ronggolawe dan Kaliwungu juga bakal tenggelam.

"Yang tersisa hanya Gunungpati, Srondol dan Mijen. Gombel hilang, "imbuhnya

Sebelumnya, Andreas juga pernah ikut penelitian soal penurunan tanah di Kota Semarang sekitar 1970-an. Saat itu dia bersama tujuh rekannya meneliti Kota Semarang dan sekitarnya.

Baca Juga:Sopir Truk Tangki Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Tembalang

"Saat itu saya perwakilan geodesi dari ITB. Yang dari Indonesia empat orang dan yang dari Belanda empat orang juga," katanya.

Pendapat Pakar

Departemen Sistem Air Terpadu dan Tata Kelola pada IHE Delft Institute for Water Educatio, Michelle Kooy mengatakan,  pesisir Kota Semarang akan hilang dalam waktu 10 tahun yang akan datang jika tak ada perubahan.

"Initergantung dengan pilihan-pilihan yang diambil oleh pemangku jabatan,"  bebarapa waktu yang lalu.

Selain itu, dia mengingatkan agar Pemerintah Kota Semarang membuat perencanaan  dan arah kebijakan yang sesuai dengan kondisi daerah di Kota Semarang, terutama yang ada di kawasan pesisir.

Baca Juga:PSIS Semarang Siapkan Bonus Besar Jika Kalahkan Persija Jakarta

"Pemerintah  harus membuat kebijakan yang sesuai dengan  kondisi di daerah-daerah pesisir," ucapnya.  

Sejak Oktober 2020 - Januari 2021, Konsorsium Ground Up yang terdiri dari akademisi dan kelompok masyarakat sipil (IHE Delft Institute for Water Education, University of Amsterdam, Universitas Gadjah Mada, Amrta Institute dan KruHA) melakukan penelitian mengenai akses terhadap dan risiko terkait air di Kota Semarang.

Menurutnya, beberapa temuannya relevan dengan kejadian banjir yang terjadi di Semarang pada awal Februari 2021. Penelitian dilakukan di enam lokasi yang ditentukan berdasarkan beberapa kriteria spesifik.

"Yaitu zona air tanah (kritis, rentan dan aman), akses terhadap jaringan PDAM, risiko banjir dan amblesan tanah. Metode yang digunakan adalah survey dengan 319 responden yang berada di 6 lokasi terpilih dan dilengkapi dengan observasi lapangan dan studi literatur," paparnya.

Penemuan pertama yang relevan dengan banjir yang baru saja terjadi adalah ketergantungan Semarang yang besar pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari 79,7 persen.

"Dari 79,7 persen tersebut, sebanyak 48.6 persen menggunakan air tanah dalam (ATDm) dan 31.1 persen menggunakan air tanah dangkal (ATDl)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak