Tak hanya itu, Mbak Ita bahkan meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera gerak cepat, termasuk pembelian pompa portabel tambahan.
"Saat melihat kondisi di Kali Tenggang. Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyampaikan kalau di ujung pertemuan antara anak kali Tenggang dan Kali Tenggang itu pompanya kecil. Sehingga saya minta juga ke DPU untuk membeli dua pompa. Kalau harganya di bawah Rp 200 juta kan bisa langsung e-katalog tinggal ngeklik," kata dia.
Seperti diketahui, hujan deras di Kota Semarang pada hari Senin, (27/11/2023) berdampak pada sejumlah wilayah yang mengalami banjir dan genangan. Wilayah tersebut antara lain di Jalan Parang Sarpo Raya Kelurahan Tlogosari Kulon ketinggian air ± 40 cm - 60 cm.
Di Jalan Muktiharjo Raya Kelurahan Muktiharjo Lor ketinggian air ±30 cm - 50 cm. Di Jalan Dongbiru Kelurahan Genuksari ketinggian air ±30 cm - 40 cm. Jalan Gebanganom Raya, Kelurahan Genuksari ketinggian air ±50 cm.
Baca Juga:Tergantikan Gedung Bertingkat, Ini Kampung-kampung Tua yang Hilang di Kota Semarang
Selanjutnya, di Jalan Padi Raya, Kelurahan Gebangsari ketinggian air ±20 cm - 40 cm.
Jalan Kaligawe (Jembatan tol) ketinggian air ±50 cm - 60 cm sedangkan Jalan Kaligawe (Depan Pintu Masuk RSI Sultan Agung) ketinggian air ±60 cm - 70 cm.
Jalan Sidoasih RT 5 RW 4 Genangan Air 20- 40 cm dan Jalan Sendang Indah Muktiharjo Lor ±40 Cm. Terminal Terboyo ketinggian ±30 -40 Cm.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus melakukan upaya dengan mengoptimalkan rumah pompa dan pembersihan-pembersihan drainase dan sungai dari sampah yang menggangu aliran air.
Baca Juga:Disebut Ampuh Hadapi Wabah Demam Berdarah, Apa Itu Bakteri Wolbachia?