Kantor Kosong Pasca-Penggeledahan KPK, Wali Kota Semarang Menghilang?

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau mbak Ita tak terlihat lagi di kantornya Balai Kota Semarang

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 Juli 2024 | 12:26 WIB
Kantor Kosong Pasca-Penggeledahan KPK, Wali Kota Semarang Menghilang?
Suasana depan Kantor Wakil Wali Kota Semarang yang selama ini ditempati Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (18/7/2024). [ANTARA/Zuhdiar Laeis]

Sebelumnya, KPK telah mencegah empat orang untuk bepergian ke luar negeri terkait penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

"Pada tanggal 12 Juli tahun 2024, KPK telah mengeluarkan surat keputusan nomor 888 tahun 2024 tentang larangan bepergian ke luar negeri untuk dan atas nama empat orang, yaitu dua orang dari penyelenggara negara dan dua orang lainnya dari pihak swasta," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika.

Cegah atau larangan bepergian ke luar negeri tersebut telah dikoordinasikan dengan Direktorat Imigrasi pada Kementerian Hukum dan HAM, dan berlaku selama enam bulan ke depan dan dapat diperpanjang untuk kepentingan penyidikan.

"Larangan bepergian ke luar negeri ini terkait penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK, yaitu dugaan tindak pidana korupsi," ucapnya.

Baca Juga:Tegang! KPK Geledah Balai Kota dan Rumah Dinas Wali Kota Semarang

Tessa menyebutkan ada tiga penyidikan yang dilakukan oleh KPK di lingkungan Pemkot Semarang, yakni dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan barang atau jasa di lingkungan Pemkot Semarang tahun 2023 sampai dengan 2024.

Kemudian, dugaan pemerasan terhadap pegawai negeri atas insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah kota Semarang, serta dugaan penerimaan gratifikasi tahun 2023 sampai dengan 2024.

Penyidik KPK juga telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam perkara tersebut namun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas para pihak tersebut.

Sesuai dengan kebijakan KPK, identitas berserta konstruksi perkara tidak pidana korupsi tersebut akan disampaikan setelah proses penyidikan telah rampung.

"Proses penyidikan saat ini sedang berjalan. Untuk nama dan inisial tersangka masih belum disampaikan saat ini," katanya.

Baca Juga:Breaking News: KPK Geledah Balai Kota Semarang, Ada Apa?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini