Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Sebanyak 3.427 arsip batik periode 1900-2023 dari 17 lembaga diajukan ke ANRI untuk program Memori Kolektif Bangsa 2026 demi melestarikan sejarah ekonomi dan budaya batik.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB
Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global
Arsip kuno yang menjadi bukti perjalanan batik menembus dunia. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Tujuh belas lembaga dan individu di Jawa Tengah mengajukan 3.427 arsip batik untuk Memori Kolektif Bangsa 2026.
  • Arsip langka dari tahun 1900 hingga 2023 tersebut merekam rantai perdagangan, jaringan sosial, serta nilai spiritual batik.
  • Pengajuan arsip oleh Arsip Nasional Republik Indonesia ini bertujuan melestarikan dan melengkapi sejarah perjalanan batik Indonesia.

SuaraJawaTengah.id - Batik Indonesia ternyata tidak hanya meninggalkan jejak dalam bentuk kain dan motif. Di baliknya tersimpan ribuan dokumen yang merekam bagaimana batik diproduksi, diperdagangkan, digunakan, hingga menembus batas daerah dan negara.

Jejak panjang itu kini dihimpun dalam 3.427 item arsip dan diajukan sebagai khazanah bersama bertajuk “Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023” untuk masuk dalam program Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2026 yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Pengajuan tersebut dilakukan secara kolaboratif oleh 17 lembaga dan individu pemilik arsip dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Yang membuat koleksi ini penting bukan hanya usianya yang mencapai lebih dari satu abad, tetapi informasi yang tersimpan di balik dokumen-dokumen tersebut. Arsip itu memperlihatkan batik sebagai bagian dari jaringan ekonomi dan sosial yang menghubungkan pembatik, pengusaha, pedagang, pemasok bahan baku, hingga konsumen di berbagai wilayah Nusantara dan mancanegara.

Baca Juga:Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat

Koordinator Jaringan Lintas Daerah, Atik Fara dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan karena arsip terkait rantai perdagangan batik semakin sulit ditemukan.

“Kolaborasi lintas daerah dan lintas komunitas ini menjadi salah satu kekuatan utama nominasi. Tujuan dari bergotong royong adalah mengumpulkan arsip batik yang sangat jarang,” kata Atik, Sabtu (29/8/2026).

Bukan Hanya Kain, Ada Bon dan Surat Dagang

Arsip kuno yang menjadi bukti perjalanan batik menembus dunia. [Istimewa]
Arsip kuno yang menjadi bukti perjalanan batik menembus dunia. [Istimewa]

Ribuan arsip yang dihimpun memiliki bentuk beragam. Sebanyak 2.976 lembar merupakan arsip tekstual, 360 lembar foto, 90 arsip bentuk khusus, serta satu buah rekaman.

Dokumen tekstual di antaranya berupa bon, nota perdagangan, catatan pesanan, hingga surat permintaan barang dari rentang 1920 sampai 1990.

Baca Juga:Pengeboran PLTP Gunung Ungaran Bisa Dihentikan Jika Potensi Tak Terbukti

Dokumen-dokumen tersebut menjadi semacam “jejak transaksi” yang memperlihatkan bagaimana batik bergerak dari tangan pembuat menuju pasar.

Koleksi lainnya berupa sketsa batik hasil gambar tangan sejak 1930, arsip perdagangan dari Museum Batik Tiga Negeri Lasem dan Yayasan Lasem Heritage, hingga foto-foto yang merekam penggunaan batik dalam kehidupan masyarakat sekitar 1900 hingga 1980-an.

Rumah Arsip Banjoemas dan Yayasan Lasem Heritage turut menyumbangkan koleksi foto dalam pengajuan tersebut.

Ada pula sketsa pola membatik dari Museum Batik Gan, etiket dan merek dagang kain katun impor dari Eropa dan India pada awal abad ke-20 milik Afif Syakur, serta surat perdagangan dan foto keluarga pengusaha batik Haji Bilal yang tersimpan di Yayasan Haji Bilal.

Arsip klowongan atau pola gambar batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, arsip Tjipto Rahardjo dari Boyolali, serta berbagai koleksi arsip batik dari Pekalongan juga melengkapi nominasi.

Kumpulan tersebut membentuk peta sejarah yang membentang dari kawasan pesisir utara Jawa hingga wilayah pedalaman seperti Pekalongan, Batang, Lasem di Kabupaten Rembang, dan Banyumas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak