- API Tegalrejo, Magelang, merayakan khataman santri dengan pesta rakyat mengundang band rock God Bless pada 2026.
- Tradisi ini menunjukkan sikap pesantren berdialog dengan modernitas melalui kolaborasi kultur pesantren dan budaya lokal.
- Kegiatan pesta rakyat ini berdampak positif, termasuk edukasi lintas generasi dan peningkatan ekonomi warga sekitar.
SuaraJawaTengah.id - Menjelang bulan Ramadan, Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang menggelar rangkaian tradisi khataman yang tidak biasa. Mengolaborasikan kultur pondok pesantren dengan budaya lokal dan modern.
Di balik tembok pesantren yang kental dengan metode sorogan kitab kuning dan jadwal ngaji yang padat, Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo justru membuka diri pada pertunjukan musik.
Rangkaian khataman ngaji para santri Tegalrejo dirayakan dalam bentuk pesta rakyat. Tidak hanya santri, warga diajak hadir bersuka cita menyambut akhir masa belajar sebelum masuk bulan puasa.
Pasar malam seminggu, konser musik band ternama, serta Karnaval Pawiyatan Budaya Adat, menjadi agenda rutin tahunan. Jadwal khataman Pondok API Tegalrejo selalu ditunggu-tunggu.
Tahun lalu, tampil Woro Widowati, band Aftershine, dan Guyon Waton menghibur santri yang telah menyelesaikan satu tahun pendidikan. Band Jamrud pernah tampil pada acara ini tahun 2023.
Giliran Fastavaganza 2026, mengundang God Bless untuk tampil pada rangkaian khataman belajar santri API Tegalrejo.
Rock Pondok Pesantren
Lewat tradisi khataman ini, Gus Yusuf Chudlori menegaskan satu sikap: Pesantren tidak berdiri berhadap-hadapan dengan modernitas, melainkan berdialog dengannya.
“Anak-anak muda harus kenal para seniornya. Karya-karya beliau (God Bless) ini luar biasa. Ini juga edukasi,” kata Gus Yusuf yang mengaku penggemar God Bless sejak akhir 1980-an.
Baca Juga: Terlupakan dalam Sejarah: Kisah Heroik Soeprapto Ketjik di Magelang, Berani Melawan Tentara Jepang
Gus Yusuf mengaku pernah ikut berdesak-desakan menonton konser God Bless “Raksasa” di Stadion Sriwedari, Solo pada Oktober 1989. Beliau juga hadir menyaksikan konser Gong 2000 tahun 1993 di Stadion Kridosono, Yogyakarta.
Gong 2000 adalah proyek musik bentukan Ian Antono, Ahmad Albar, dan Donny Fattah tahun 1991. Berbeda dengan God Bless yang cederung beraliran progresif rock, Gong 2000 banyak mengeksplorasi musik aransemen megah, kompleks, dan memasukkan unsur etnik.
“Alasan saya agak subyektif. Saya penggemar God Bless sejak akhir 80-an sampai 90-an. Saya ikuti tur om Ian (Ian Antono-gitaris God Bless) di Yogyakarta dan Solo. Alhamdulillah berjodoh, hari ini bisa hadir.”
Vokalis God Bless, Ahmad Albar mengaku terkejut atas undangan menggelar konser di Pondok Pesantren API Tegalrejo. “Saya agak tegang juga. Biasanya di pondok pesantren (kegiatannya) ceramah.”
Menurut Ahmad Albar, pada konser kali ini mereka akan menampilkan 12 sampai 13 lagu. Semua lagu akan ditampilkan spesial di depan penonton yang rata-rata santri. “Saya masih bertanya-tanya. Ini bener nih (konser di pondok pesantren). Kami berusaha tampil menghibur,” ujar Ahmad Albar.
Edukasi Lintas Generasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis