facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir Rob Terjadi di Kota Pekalongan, 228 Warga Mengungsi

Budi Arista Romadhoni Selasa, 07 Desember 2021 | 18:04 WIB

Banjir Rob Terjadi di Kota Pekalongan, 228 Warga Mengungsi
Petugas Penanganan Bencana Kota Pekalongan bersama warga melakukan pembuatan tanggul darurat untuk mengantisipasi air mengalir ke rumah penduduk, Selasa (7/12/2021). [ANTARA/HO-BPBD Kota Pekalongan]

Air rob menggenangi pemukiman di Kota Pekalongan, 228 warga terpaksa mengungsi

SuaraJawaTengah.id - Bencana banjir dan rob terjadi di Kota Pekalongan. Sebanyak 228 warga mengungsi di sejumlah titik.

Hal itu dilakukan, karena tempat tinggal ratusan warga Kota Pekalongan itu masih terendam air laut dengan ketinggian 20 sentimeter hingga 25 sentimeter.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan, intensitas curah hujan masih cukup tinggi sehingga sebagian warga korban banjir terpaksa harus mengungsi di sejumlah tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

"Saat ini kondisi kesehatan korban banjir baik-baik saja karena tim medis terus melakukan patroli dan layanan kesehatan pada mereka. Setiap dua hari sekali, kami bersama dinas kesehatan melakukan patroli maupun memberikan layanan kesehatan pada sebagian warga yang memilih bertahan di tempat tinggalnya," kata Dimas dikutip dari ANTARA di Pekalongan, Selasa (7/12/2021). 

Baca Juga: Ancaman Tenggelam Makin Nyata, Penurunan Permukaan Tanah di Kota Pekalongan Capai 0,5 CM

Menurut dia, saat ini ketinggian air yang merendam rumah penduduk sudah mulai surut jika dibanding hari sebelumnya yang mencapai 40 sentimeter hingga 30 sentimeter karena Pemkot terus melakukan penanganan banjir dengan membuat tanggul darurat di sejumlah titik rawan banjir seperti di Pabean, Pasir Sari, Tegal Dowo, Jeruk Sari, dan perbaikan saluran air untuk mengantisipasi limpasan air dari Sungai Bremi.

"Pananganan kedaruratan bencana sudah dilakukan dan terus berjalan untuk mencegah kebocoran air yang mengalir ke rumah penduduk. Pada penanganan pembuatan tanggul darurat ini kami juga melibatkan partisipasi dari masyarakat," kata Dimas Arga Yudha.

Adapun sejumlah titik tempat pengungsian yang disiapkan oleh Pemkot yaitu aula Kelurahan Degayu, aula bekas kantor Kelurahan Kraton Kidul, Mushala Al Hikmah Kelurahan Pasirkratonkramat, aula Kecamatan Pekalongan Barat, dan Mushala Roudhotul Tolibin Kelurahan PasirKratonKramat.

"Untuk sejumlah titik yang masih terendam banjir antara lain jalan menuju Mushala Al Hikmah, Jalan Sutan Syahrir, Degayu, Clumprit, dan Jalan Tengku Umar. Kami berharap semoga hujan terus mereda sehingga ketinggian banjir bisa secepatnya surut," katanya.

Baca Juga: Penurunan Permukaan Tanah 0,5 Sentimeter Setiap Tahun, ESDM Tambah 12 Patok di Pekalongan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait