4 Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula, Dijamin Menguntungkan!

Beternak ayam kampung berpotensi cuan! Siapkan kandang, bibit unggul, perawatan, dan pemasaran. Pilih sistem umbaran/semi intensif. Jaga kualitas agar pelanggan setia.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:20 WIB
4 Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula, Dijamin Menguntungkan!
Ilustrasi ternak ayam rumahan. [Freepik.com/EyeEM]
Baca 10 detik
  • Beternak ayam kampung menjanjikan karena dagingnya gurih, bergizi, dan disukai semua kalangan.
  • Kunci sukses ternak: kandang layak, bibit unggul, perawatan rutin, dan kebersihan terjaga.
  • Pasarkan ke pasar, restoran, atau online; jaga kualitas agar usaha ternak untung berkelanjutan.

b. Aktif bergerak dan lincah.

c. Bulu bersih dan mengkilap.

d. Nafsu makan tinggi.

Pastikan kamu membeli bibit dari peternak terpercaya yang sudah memiliki sertifikasi dari dinas peternakan setempat. Hal ini penting untuk memastikan bibit bebas penyakit dan memiliki genetik unggul. Jika ingin menghemat, kamu juga bisa mulai dari indukan yang akan bertelur dan menetas secara alami di kandangmu sendiri.

Baca Juga:Waspada! 7 Ciri Modus Penipuan Kerja Paruh Waktu yang Bikin Banyak Orang Tertipu

3. Rawat dan Besarkan dengan Baik

Perawatan ayam kampung tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika kamu membeli bibit DOC, maka fase awal yang paling krusial adalah masa pembesaran. Anak ayam butuh suhu hangat, pakan bergizi, dan lingkungan yang bersih agar tumbuh sehat.

Dalam sistem semi intensif, kandang biasanya dibagi berdasarkan usia ayam:

a. Kandang DOC untuk ayam berumur 1–21 hari.

b. Kandang pembesaran untuk ayam usia 3 minggu hingga 2 bulan.

Baca Juga:15 Makanan Khas Purworejo Jawa Tengah yang Wajib Dicoba

c. Kandang dewasa untuk ayam siap panen atau bertelur.

Setiap fase butuh perlakuan berbeda, terutama soal pakan. Anak ayam bisa diberi pakan halus seperti voer, sedangkan ayam dewasa bisa diberi campuran dedak, jagung giling, atau pakan jadi. Jangan lupa menjaga kebersihan kandang agar ayam terhindar dari penyakit seperti flu burung atau cacingan. Semprotkan desinfektan secara rutin dan pastikan ventilasi udara cukup.

Selain pakan, pencahayaan dan air minum juga berperan penting. Ayam kampung yang terawat dengan baik bisa tumbuh lebih cepat, produktif bertelur, dan punya daya tahan tubuh kuat.

4. Pahami Cara Pemasaran

Setelah ayam tumbuh besar dan siap panen, tahap terakhir adalah pemasaran. Ayam kampung bisa dijual dalam bentuk daging atau telur. Menariknya, meski ukuran telur ayam kampung lebih kecil dibanding telur ayam negeri, harganya justru lebih mahal karena dipercaya lebih bergizi dan alami.

Kamu bisa menjual hasil ternak ke:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak