- Mujiatun meninggal dunia secara mendadak pada Selasa pagi di Dukuh Gili, Demak, tepat sebelum prosesi akad nikah berlangsung.
- Keluarga tetap melangsungkan pernikahan Ahmad Ali R dan Devi Indang S dengan khidmat di dekat jenazah almarhumah.
- Video peristiwa tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai simpati serta doa dari masyarakat luas secara daring.
SuaraJawaTengah.id - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dukuh Gili, Desa Margohayu, Kabupaten Demak. Hari yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi sepasang mempelai, justru berubah menjadi duka mendalam setelah ibunda dari mempelai wanita meninggal dunia pada pagi hari.
Mujiatun, ibunda mempelai wanita, dinyatakan meninggal dunia beberapa hari yang lalu tepatnya pada pukul 06.15 WIB, hanya beberapa jam sebelum prosesi akad nikah dilaksanakan. Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan keluarga, tetapi juga menyentuh masyarakat luas setelah videonya beredar di media sosial.
Berikut tujuh fakta penting dari peristiwa tersebut sebagaimana dikutip dari Instagram @liputanseputar_kebonagung dan sumber lainnya:
1. Kabar Duka Datang di Pagi Hari Pernikahan
Baca Juga:Banjir Semarang-Demak Makin Parah! Gubernur Luthfi Minta Percepat Pengerukan Kolam Retensi Terboyo
Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi (14/4/2026) saat keluarga tengah mempersiapkan prosesi akad nikah. Suasana yang awalnya dipenuhi kebahagiaan mendadak berubah drastis ketika Mujiatun dinyatakan meninggal dunia.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.15 WIB. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya yang mengarah pada kondisi tersebut, sehingga kabar ini menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Tangis dan kepanikan langsung menyelimuti rumah mempelai.
2. Prosesi Akad Nikah Tetap Dilaksanakan
Di tengah situasi yang penuh duka, keluarga memutuskan untuk tetap melangsungkan prosesi akad nikah sesuai jadwal.
Baca Juga:Akhirnya! Pantura Semarang-Demak Kembali Bergerak, Rekayasa Lalu Lintas di Titik Banjir Dilakukan
Akad antara Ahmad Ali R dan Devi Indang S tetap dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang, meskipun suasana emosional tidak dapat dihindari.
Langkah ini menunjukkan ketegaran keluarga dalam menghadapi ujian yang datang di hari yang sangat penting.
3. Akad Berlangsung di Tengah Suasana Haru
Pelaksanaan akad nikah berlangsung dalam suasana yang sangat berbeda dari pernikahan pada umumnya.
Tidak ada kemeriahan. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru, bahkan dilakukan di dekat jenazah ibunda mempelai wanita.
Tangis keluarga dan doa mengiringi jalannya akad. Momen ini menjadi gambaran nyata bagaimana kebahagiaan dan kesedihan dapat hadir dalam waktu yang bersamaan.