Indeks Terpopuler News Lifestyle

Cerita Nenek Sumiyatun Buta Huruf, Lawan Mafia Tanah yang Rampas Sawahnya

Reza Gunadha Sabtu, 08 Agustus 2020 | 21:54 WIB

Cerita Nenek Sumiyatun Buta Huruf, Lawan Mafia Tanah yang Rampas Sawahnya
Sumuyatun atau yang akrab dipanggil Mbah Tun, perempuan tua berusia 70 tahun yang buta huruf, menjadi korban mafia tanah. [Suara.com/Dafi Yusuf]

"Saat sertifikat tanah dilepas anak dan menantu saya ikut tapi tidak tau apa isinya. Anak dan menantu saya tidak bisa membaca," ucapnya.

SuaraJawaTengah.id - Sumuyatun atau yang akrab dipanggil Mbah Tun, perempuan tua berusia 70 tahun yang buta huruf, menjadi korban mafia tanah.

Tanah berupa sawah peninggalan suaminya hampir hilang karena digadaikan tanpa sepengetahuan Mbah Tun.

Cerita bermula ketika kedatangan Mustofa ke rumah Mbah Tun yang berada di Dukuh Balong Kendal, Desa Balerejo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Saat itu, Mbah Tun dijanjikan Mustofa mendapatkan bantuan pakan ternak. Namun, Mustofa memberi syarat ke Mbah Tun untuk meminjankan sertifikat tanahnya. Saat itu, Mustofa berjanji akan segera mengembalikan ke pemiliknya.

Karena buta huruf, Mbah Tun tak curiga dengan Mustofa. Ia berharap besar kepada Mustofa karena mau membantu Mbah Tun berupa bantuan pakan ternak.

" Saya hanya percaya, awalnya saya percaya kalau Mustofa ikhlas ingin membantu saya," jelasnya kepada SuaraJawatengah.id di rumahnya, Sabtu (8/8/2020).

Saat penyerahan  sertifikat sebenarnya Mbah Tun tak sendirian. Saat penyerahan sertifikat juga disaksikan oleh anak dan menantunya.

Namun, anak dan menantunya juga buta huruf. Mereka tidak tau apa isi perjanjian surat saat penyerahan sertifikat tanah.

"Saat sertifikat tanah dilepas anak dan menantu saya ikut tapi tidak tau apa isinya. Anak dan menantu saya tidak bisa membaca," ucapnya.

Empat hari kemudian, Mustofa datang bersama dua staf notaris untuk meminta cap jempol kapada Mbah Tun dan Suwardi suaminya yang saat itu masih hidup di sebuah kertas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait