Banyak Ikan Mati, Warga Bantaran Sungai Elo Magelang Surati Ganjar Pranowo

Menurut mereka ikan mati karena pembuangan limbah tekstil PT.SMA

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 22 Desember 2020 | 08:24 WIB
Banyak Ikan Mati, Warga Bantaran Sungai Elo Magelang Surati Ganjar Pranowo
Warga bantaran sungai elo Magelang, mengirimkan surat kepada Gubernur Ganjar Pranowo. (Facebook/NDesz)

SuaraJawaTengah.id - Akibat pembuangan limbah tekstil, banyak ikan di sungai yang berada di Wilayah Magelang mati. Sejumlah warga di bantaran sungai elo pun akhirnya menyurati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Surat tersebut dibacakan melalui unggahan video di akun facebook Ndesz, terlihat sepuluh warga berdiri berjajar di area sungai itu. Sedangkan salah satu perwakilan warga membacakan isi dari surat tersebut.

Dalam surat yang ditunjukan kepada Gubernur Jateng, Bupati Magelang dan jajarannya. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pembuangan limbah tekstil PT. SMA (Sumber Makmur Anugrah Textile) yang mengakibatkan ikan di sungai tersebut banyak yang mati.

Pihaknya mengkhawatirkan kondisi sungai akibat pembuangan tekstil PT. SMA. Selain itu warga juga cemas jika keracunan dari mengonsumsi ikan tersebut.

Baca Juga:Duh! Neneknya Suspek Covid-19, Bocah di Magelang Ini Tinggal Sendirian

"Beberapa waktu yang lalu tanggal 16 November 2020, terjadi insiden banyak ikan dikali elo ini pada mati. Diduga karena saluran pembuangan limbah tekstil Pt .SMA dibelakang kami, yang beralamat di Kabupaten Temanggung," tulisnya.

Memang sebelumnya sudah ada penanganan langsung dari Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung dari permasalah pembuangan tekstil. Akan tetapi hasilnya tidak sesuai apa yang diharapkan warga.

Maka dari itu, pada tanggal 20 Desember 2020 warga bantaran sungai elo yang mewakili Desa Krincing, Desa Kalikuto, dan Desa Donorejo sepakat untuk menuntut Ganjar Pranowo turun langsung dalam menyelesaikan polemik pencemaran sungai elo.

"Kami menuntut penutupan dan pembokaran saluran pembuangan limbah PT. SMA ke sungai elo. Lalu menuntut PT. SMA dan yang lainnya berhenti membuang limbah ke sungai elo," tegasnya.

Dirinya berharap agar Ganjar Pranowo dan Bupati Magelang segera menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan warga.

Baca Juga:Antisipasi Penularan Covid-19, Pemkot Magelang Larang Perayaan Tahun Baru

"Semoga siapapun yang mendzolimi sungai elo, alam menjadi saksi dan akan mendapatkan pembalasan yang seimbang dengan perbuatannya," ujarnya.

Video yang di unggah sejak Senin (21/12/2020) itu banyak warganet yang mendukung dan mendoakan supaya tuntutan mereka bisa terealisasikan.

"Semoga PT yg bersangkutan untuk lebih bisa memediasi lebih dekat masyarakat di bantaran sungai elo. Semoga semua tetep kondusif keadaanya," kata akun facebook Heru Zakii Afza.

"Pak Ganjar, tolong realisasikan tuntutan warga, bongkar saluran limbah PT.SMA. kalau tidak dibongkar suatu saat akan terjadi insiden pembuangan limbah lagi. Salam lestari," jelas akun facebook @Suf Angler.

"Lanjutkan, semoga bisa terealisasi," ucap akun facebook Mustofa Ichi Ro.

Sementara itu, ada juga warganet yang berharap agar permasalahan tersebut segera menemukan titik terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak